Halo,
kembali lagi sama gua, Fitri. Kali ini gua mau share cerita yang menurut gua
cukup mengubah pemikiran gua selama ini. Tentang bagaimana hidup gua yang
jarang banget gua syukuri. Padahal di luar sana masih banyak orang yang keadaannya
di bawah gua. Tapi, gua nggak pernah mencoba memikirkan itu sebelumnya.
Pagi
itu, ntah tanggal berapa tapi yang pasti masih di bulan agustus 2018. Gua
melakukan aktivitas pagi seperti biasa, karena waktu itu hari libur. Jadi, gua
nggak sekolah. Sekitar pukul 9 pagi, gua habis olahraga dan bersih-bersih dikamar
gua. Setelah itu gua mau mandi. Karena handuk yang akan gua pakai ada diluar,
jadi gua keluar rumah.
Nah,
kebetulan waktu itu ada seorang kakek membawa karung yang menurut gua isinya
beras. Dia udah renta. Pakaiannya sudah terlihat tua. Dari sini gua udah tau
bahwa dia pengemis. Awalnya gua nggak denger waktu dia manggil-manggil gitu.
Mungkin kalo gua nggak keluar rumah, gua nggak akan tahu kalo ada kakek itu.
Lalu
gua ambil uang kemudian gua kasih ke dia. Dia bilang terima kasih lalu
mendoakan gua.
Kemudian
dia pergi dan menghampiri rumah-rumah tetangga gua. Dan yang bikin gua tertarik
untuk melihat kakek itu adalah ketika dia bukan mengetuk pintu rumah tetangga
gua. Tapi dia mengucap apalah gitu, ya kayak orang bertamu. Tapi, suaranya
kecil banget. Ntah dia nggak punya tenaga atau emang suaranya gitu.
Gua
perhatiin kakek itu terus, lalu pandangan gue jatuh ke kakinya. Terlihat putih
dan sangat kotor karena terkena debu. Kalo nggak salah dia nggak pake sandal.
Gua lihat dia terus sampe akhirnya dia nggak keliatan lagi.
Dari
sini, gua seperti ditampar kenyataan. Seakan Tuhan membuat gua sadar tentang
bagaimana bersyukur.
“Sebernernya
apa sih yang nggak gua syukuri sekarang?”
Mungkin
seperti itu yang gua pikirin waktu itu. Lewat kakek itu, gua bertekad menjadi
orang yang lebih bersyukur lagi. Entah itu mensyukuri kekayaan ataupun yang
lainnya. Karena tanpa sadar, apa yang gua lakukan setiap pagi setelah bangun
tidur haruslah gua syukuri. Gua dapat menghirup udara tanpa harus membeli
tabung oksigen seperti mereka yang saat ini hidupnya mungkin bergantung pada
tabung itu. Dan lagi, gua dapat melihat indahnya pagi ketika mereka yang
menderita kebutaan tidak dapat melihatnya. Sederhana sekali, apa yang selama
ini jarang gua syukuri terkadang menjadi harapan berharga bagi mereka yang
berharap.
Jadi,
pesen gua buat hari ini, syukuri semua yang ada di diri kalian. SEMUANYA Tanpa
terkecuali. Karena diluar sana mungkin masih banyak orang yang ingin berada
pada tingkatan kalian. Tetapi kalian bukannya bersyukur malahan ingin berada
ditingkatan orang lain yang ada diatas kalian tanpa melihat mereka yang ada
dibawah.
Komentar
Posting Komentar