Langsung ke konten utama

Praktikum Kimia


Praktikum Kimia
Halo guys, kali ini gue mau cerita tentang masa lalu gue, hehe. Bukan masa lalu yang nyenengin atau gimana ya, tapi ini masa lalu yang menurut gue sangat nggak bagus banget buat gue ceritain sama kalian. Yes, my bad memorial.
Gue sebelumnya nggak mikirin buat nge-post ini di blog gue karena mengingat pengalaman gue ini cukup ngebuat gue malu. Tapi, nggak apa-apalah karena mungkin kedepannya gue bisa kanget sama pengalaman ini setelah gue dewasa nanti.



















Oke, jadi waktu gue masih kelas 11, gue kan anak IPA jadi ada semacam praktikum gitu buat nguji larutan asam basa. Dari sini, kalian pasti udah tahu kalo yang gue uji itu dipelajaran kimia. Mengingat nanti kalo ada ujian praktek pasti salah satunya juga disuruh buat gituan. At least, kelas 11 gue lalui dengan penuh kegiatan praktikum di lab.
Disini, gue masih inget kalo praktikum itu di jam terakhir jadi gue dan temen-temen kelompok gue yang nggak siap buat bahannya jadi keteteran sendiri. Kita ngabisin waktu lama buat ekstrak indikator alaminya sedangkan kelompok lain udah ngekstrak bahannya dari rumah. Nah, dari situ semuanya mulai kacau, gue yang tugasnya nyatet juga lelet karena sering kebingungan. Apalagi gue lihat kelompok samping gue udah selesai duluan sementara kelompok gue baru setengahnya. Ya, mungkin sih gitu karena secara bahan yang diuji kelompok gue sedikit lebih banyak dari kelompok lain.
Dan lebih parahnya lagi, gue liat kelompok lain waktu ngaduk larutannya itu ada yang pake tutup pen karena emang pipetnya juga terbatas. Nah, ini kesalaha lain dari kelompok gue, gue nggak mikirin buat pake itu tutup pen jadinya kita oake pipet terus dibersihin lagi, pake lagi, kayak gitu terus. Padahal kalo dihitung ada puluhan lubang plat tetes yang harus kita uji cuma dalam waktu kurang lebih dua jam.
Setelah jam pelajaran berakhir, temen-temen gue udah pada beres-beres karena praktikum mereka udah selesai sementara praktikum gue belum. Gue mulai sini nangis karena liat temen-temen gue udah pulang dan masih banyak larutan yang belum kelompok gue uji. At least, kelompok gue pulang agak sore sendiri karena emang kunci labnya dikasih sama ketua kelas gue. Nah, itu ketua kelas gue nungguin sampe selesai. Akhirnya, selama kurang lebih 30 menit kelompok gue maksain buat selesai padahal masih ada 2 larutan yang belum di uji. Maybe, gue udah agak lupa soalnya.
Dan kalian tahu setelah itu apa? Kita disuruh buat laporan hasil praktikum cuma dalam selang waktu sehari. Jadi, besoknya kita ngurusin laporan itu. Dan jeng-jeng, data yang udah kita buat ternyata salam semua. Kita harus muter otak sore-sore selama kurang lebih satu jam setelah pulang sekolah. Apalagi sekolah gue udah fullday. Nah, makin nggak kuat tuh.
Walaupun begitu, akhirnya kita bisa nyelesaiin itu juga sih. Gue beneran jadiin itu pengalaman buruk gue pas lagi praktikum. Gue bener-bener ngerasa capek banget waktu itu. But, tetep menyenangkan.
Oke, segitu cerita dari gue. Agak panjang juga ya, see you.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengemis Kakek Tua

Halo, kembali lagi sama gua, Fitri. Kali ini gua mau share cerita yang menurut gua cukup mengubah pemikiran gua selama ini. Tentang bagaimana hidup gua yang jarang banget gua syukuri. Padahal di luar sana masih banyak orang yang keadaannya di bawah gua. Tapi, gua nggak pernah mencoba memikirkan itu sebelumnya. Pagi itu, ntah tanggal berapa tapi yang pasti masih di bulan agustus 2018. Gua melakukan aktivitas pagi seperti biasa, karena waktu itu hari libur. Jadi, gua nggak sekolah. Sekitar pukul 9 pagi, gua habis olahraga dan bersih-bersih dikamar gua. Setelah itu gua mau mandi. Karena handuk yang akan gua pakai ada diluar, jadi gua keluar rumah. Nah, kebetulan waktu itu ada seorang kakek membawa karung yang menurut gua isinya beras. Dia udah renta. Pakaiannya sudah terlihat tua. Dari sini gua udah tau bahwa dia pengemis. Awalnya gua nggak denger waktu dia manggil-manggil gitu. Mungkin kalo gua nggak keluar rumah, gua nggak akan tahu kalo ada kakek itu. Lalu gua ambil uang kemud...

Cara Belajar untuk Ujian Nasional

Belajar adalah sebuah proses mendapatkan informasi untuk dikelola di otak. Terkadang pelajar membutuhkan waktu banyak untuk mempelajari suatu bab. Namun, mereka mengeluhkan tidak memahami bab tersebut ketika selesai belajar. Oleh karena itu, diperlukan metode-metode belajar yang efektif sehingga informasi yang kita pelajari dapat terserap dalam waktu yang efisien. Berikut ini beberapa metode yang bisa meningkatkan efisiensi belajar kalian : 1.       Jangan Lihat Waktu Waktu memang perlu kalian perhitungkan dalam mengerjakan soal-soal. Tetapi untuk belajar materi kalian tidak perlu menghabiskan waktu lama tetapi pikirkanlah berapa bab yang ingin kalian habiskan dalam sehari itu. Sehingga kalian bisa lebih enjoy dalam belajar. 2.       Pelajari per Bab Sering kali metode belajar yang di lakukan oleh pelajar adalah metode semua materi dalam sekejap. Walaupun akhirnya mereka tidak mengerti apa-apa. Hal ini justru sangat salah, ka...

Aplikasi Penunjang Produktivitas

Beberapa masalah selalu berkaitan dnegan produktivitas seseorang. Jika mereka memiliki produktivitas yang baik maka kemungkinan besar mereka tidak akan menunda pekerjaannya dimana hal itu dapat menurunkan konsentrasi stress akibat tekanan terhadap pekerjaan. Kali ini aku ingin menulis tentang aplikasi penunjang produktivitas. Aplikasi ini sudah ada yang aku coba beberapa, mungkin kalian bisa menggunakan aplikasi ini agar produktivitas kalian dapat meningkat sehingga kalian tidak akan malas. 1.       WPS Office Aplikasi ini merupakan aplikasi yang biasa di gunakan dalam bentuk dokumen. Namun, keunggulan dari aplikasi ini yaitu mampu membuka beberapa file dalam berbagai bentuk, misalnya bentuk doc, excel, power point, dan pdf. Tentunya hal ini sangatlah simple untuk membuat ponsel kalian tidak terlalu banyak kehabisan memori dan juga kalian bisa mendapatkan fitur ini sekaligus di dalam satu aplikasi. 2.       Google Calend...