Halo guys, come back to
my blog. This time I will tell you about who is inspirating for me. Siapa orang
yang menyadarkan gue lagi tentang artinya bersyukur. Mereka adalah orang-orang
hebat namun masih mempunyai jiwa sosial yang tinggi. Dari mereka gue bisa
melihat bahwa diluar sana masih banyak orang lain yang membutuhkan bantuan.
Gue emang egois. Gue
akui itu. Dulu, gue tipikal orang yang nggak pernah puas dengan apa yang ada
didalam diri gue sendiri. Gue punya sesuatu yang nggak dimiliki oleh orang
lain, tapi gue masih minta sesuatu yang lainnya lagi. Gue masih bisa makan
sedangkan diluar sana masih banyak orang yang harus menahan lapar seharian
lantaran mereka tidak punya uang buat beli makanan. Gue punya tempat tinggal
yang membuat gue nggak kehujanan dan kepanasan sementara diluar sana masih
banyak orang yang tidur ditenda bahkan depan toko. Gue mendapatkan kesehatan
sementara diluar sana banyak orang berjuang karena penyakit yang dideritanya.
Intinya gue mempunyai
banyak nikmat yang seharusnya gue syukuri tapi gue jarang banget mensyukuri itu
sendiri. Gue selalu menganggap bahwa gue butuh lagi dan lagi tanpa memikirkan
orang lain yang mungkin keadaannya tidak seberuntung gue.
Lalu akhir-akhir ini
gue jadi berpikir dan merenung lebih jauh tentang hidup gue. Apasih yang sudah
gue lakukan selama ini. Kenapa gue seolah memikirkan hidup gue sendiri tanpa
memikirkan orang lain, bukannya kita hidup dilingkungan masyarakat?
Apasih essensial dari
bersyukur dihidup gue?
Gue tipikal orang yang
masa bodoh dengan keadaan sekitar. Gue selalu berpikir gini, gue ya gue, elo ya elo. Jadi nggak ada kata kita. Gue selalu
nggak mau tau tentang kehidupan orang lain. Gue selalu menjadikan masalah gue
sebagai pusat perhatian dalam skala prioritas gue sendiri.
Sampai akhirnya, gue
melihat salah satu orang yang sangat menginspirasi bagi gue. Dia adalah Dwi
Subiyakto, pendiri dari gerakan Ketimbang Ngemis yang sekarang tersebar
diseluruh Indonesia. Dengan umur yang masih sangat muda dia membantu lansia
yang masih punya semangat bekerja dengan memberikan donasi. Awalnya kegiatan
ini hanyalah kegiatan sosial biasa hingga sekarang banyak orang yang tergugah
hatinya ikut serta dalam memberikan donasi ke mereka.
Kemudian ada juga Bill
Gates, orang terkaya didunia, pendiri Microsoft. Kenapa orang ini bisa
menginspirasi gue? Itu karena dia mendirikan yayasan amal bersama istrinya yang
mereka namai Bill & Melinda Gates Foundation. Dari yayasan itu dia membantu
anak-anak Africa yang terkena penyakit campak dan malaria, yang mungkin
penyakit itu tidak berbahaya bagi kita. Akan tetapi, bagi anak-anak Afrika,
penyakit itu sangatlah berbahaya karena bisa mengakibatkan kematian. Dari sana
ada juga Burrent & Mark yang mendonasikan kekayaannya untuk membantu orang
lain.
So, dari sana gue
berpikir bahwa bahkan orang yang terdaftar sebagai deretan orang kaya di dunia
masih memikirkan keadaan orang lain. Sedangkan gue? Jangannya memikirkan
mereka, gue selalu menjadikan diri gue sendiri sebagai pusat perhatian. Seolah
gue nggak punya waktu buat ngurusin hal yang terjadi diluar sana.
Pemikiran dari mereka
dan apa yang mereka lakukan membuat gue merenung lebih lanjut untuk menemukan
esensi kehidupan gue sendiri. Gue ternyata terlalu cuek buat melihat masalah
sekitar yang notabene membutuhkan perhatian besar.
Kita ternyata tidak
butuh menunggu kaya atau seberapa dewasa, karena kebaikan bisa dilakukan kapan
saja. Kalau kita menunggu kaya terlebih dahulu, percayalah kalau uang hanyalah
sebagian kecil perantara untuk kebaikan karena nyatanya masih ada banyak cara
yang bisa kita lakukan untuk membantu orang lain.
Mungkin gue masih belum
bisa menemukan arti kehidupan itu sendiri bagi gue. Tetapi, gue berharap bahwa
gue bisa membantu orang lain mulai sekarang, gue bisa lebih memperhatikan
sekitar gue, dan lebih pentingnya lagi gue bisa berubah kearah yang lebih baik.
Komentar
Posting Komentar