Langsung ke konten utama

Gue Udah Berusaha, Tapi Hasilnya Kok Gini Aja


Hai, balik lagi sama gue, Fitri! Kali ini gue mau bahas sesuatu yang sering menjadi tujuan setiap orang. Terkadang mereka juga rela menghabiskan waktu yang mereka miliki untuk meraih kesuksesan itu.
Oke, jadi gini, Kita sebagai manusia tentunya menginginkan kesuksesan. Entah itu mereka rela menghabiskan waktunya berjam-jam untuk berkutat dengan belajar, bekerja, atau yang lainnya. Yang penting mereka tahu kalau akhirnya mereka harus bisa sukses.
Disini kita bisa gunakan anggapan society, kalo yang namanya sukses itu selalu didefinisikan dengan mereka yang mempunyai banyak uang, jalan-jalan setiap minggu, dan lain-lain. Dengan begitu kalo kita punya banyak uang dengan nominal tertentu, kita bisa nih dianggap sukses.
Tapi, yang bikin gue agak nggak respect adalah ketika gue lihat budaya instan di masyarakat masih aja ada. Gue nggak menuntut untuk budaya tersebut hilang gitu aja, karena yang namanya budaya ya suka gitu. Tapi, setidaknya budaya kayak gitu minimal harus di minimalisirlah. Terutama bagi kita yang sekarang dianggap sebagai generasi milenial, dimana kita bisa memanfaatkan kesempatan yang ada untuk menjadi lebih baik.
Beberapa orang yang gue lihat kayak terlalu terburu-buru sama yang namanya kesuksesan. Ntar kita tahun ini harus udah bikin proyek ini, lalu tahun berikutnya kita gini, berikutnya lagi kita gini. Hello boy and girl, kalian boleh kok bikin rencana terstruktur kayak gitu. Malahan bagus banget menurut gue. Karena gue juga ngelakuin itu disetiap rencana jangka panjang yang akan gue buat.
Tapi eitts, tunggu dulu. Kita terkadang terlalu sibuk buat ngerencanain semua itu dengan matang, tetapi kita lupa bahwa Allah punya rencana yang lebih bagus dari yang kita rencanain.
Jadi, santai aja, tapi jangan terlalu santai juga. Intinya slow, tapi juga serius. Kita hidup itu nggak bakalan tahu ntar kita dewasa jadi apa. Bisa jadi sekarang kita pake pakaian merek orang lain, tapi ntar pas dewasa kita bikin brand sendiri. Bisa jadi sekarang kita kerja diperusahaan orang lain, tapi ntar pas dewasa kita punya perusahaan sendiri. Bisa jadi sekarang kita yang menggunakan berbagai macam perusahaan yang berbasis teknologi, tapi ntar pas dewasa kita bikin startup sendiri. Ya siapa tau, intinya mimpi aja dulu, lagian mimpi juga nggak bayar juga,kan.
Semuanya itu butuh waktu, yang namanya sukses ya nggak bakalan bisa sekejap mata doang. Kayak hari ini kita bikin perusahaan terus besoknya kita punya omzet miliaran rupiah. Hi, ya nggak bisa gitu. Semuanya butuh proses, dengan begitu kita bisa menikmati akhir yang menyenangkan karena dengan proses kita bisa lebih menghargai sesuatu.
Kita lihat JK Rowling ketika menerbitkan buku Harry Potter pada umur 31 tahun, dia di tolak beberapa kali oleh penerbit sebelum akhirnya menjadi buku best seller sedunia kayak sekarang, bahkan ceritanya udah di adaptasi sebagai film. Lalu ada lagi Mark, dia mendirikan facebook diumur 19 tahun. Bill gates mendirikan microsoft dengan drop out dari kampusnya lalu dia juga pernah bersiteru dengan pendiri Apple karena microsoft dianggap menyalahi hak cipta Apple.
Kemudian ada Mark Cubban, pemilik dallas mavericks pada umur 25 tahun masih menjadi bartender di barnya sendiri. Amancio Ortega pada umur 30 tahun masih menjadi karyawan toko baju sebelum akhirnya mendirikan Zara, brand fashion terkenal dunia. Harrison Ford, umur 30 tahun masih menjadi tukang kayu sebelum akhirnya menjadi aktor. Andrea Bocelli pada umur 33 tahun masih menjadi pemain piano di bar, sebelum akhirnya menjadi penyanyi. Lalu ada Jan Koum baru menciptakan whattsapp diumur 35 tahun. Ray Croc, diumur 52 tahun masih menjadi salesman mixer untuk millshake sebelum akhirnya mendirikan Mcdonala. John Pemberton diumur 55 tahun baru mendirikan bisnis Coca-Cola. Lalu ada juga, Col Harland Sanders, diumur 62 tahun memulai bisnis KFC.
Dan masih banyak lagi orang sukses didunia, entah mereka diumur muda maupun dewasa. Kalo kita lihat, mungkin Col Harland Sanders diumur segitu udah tua banget ya buat mendirikan bisnis, tapi kesuksesan siapa yang tau. Intinya berusaha aja. Takdir emang udah ditentuin sama Tuhan, tapi kita juga harus berusaha. Lalu kalo kita lihat Mark, mungkin kita berpikir gini gue udah umur 20 tahun udah telat belum ya kalo berubah, Mark aja sukses saat umur 19 tahun. Hi, dari yang gue jabarin tadi, masih mikir gitu?
Mungkin kalian juga pengen tahu, di Indonesia ada juga yang seperti Mark. Hanya saja dia bukan pendiri social media kayak gitu. Dia adalah pengusaha, namanya Hamzah Izzulhag. Dia diumur 19 tahun udah dinobatkan sebagai pengusaha muda karena dia mendirikan semacam bisnis gitu. Jangan pikir dia bisa kayak gitu karena santai-santai atau gimana. Tapi karena dari kecil dia udah mulai bisnis, kayak jualan kelereng gitu juga. Mungkin kalo kita yang ngelakuin itu pasti pada mikir gengsi. Hah, nggak heran deh sama mental anak sekarang. Gengsi diturutin, ntar kalo udah dewasa baru tau gimana deh realitanya hidup terus mikir kalo nyesel dulu udah pernah gengsi. So what? Makan tuh gengsi.
Jadi, semuanya itu butuh waktu. Seperti yang gue bilang tadi. Nggak usah terburu-buru, Allah udah nentuin takdir yang terbaik untuk kita. Termasuk masalah kesuksesan tadi. Nggak usah ngerasa gue udah ngelakuin semuanya tapi kok nggak sukses-sukses ya. Intropeksi diri aja, mungkin aja kalian ngelakuin sesuatu setengah-setengah jadi kemungkinan usaha kalian sulit terwujud. Lah, gimana nggak, usaha aja setengah tapi mau hasil yang maksimal. Hem, kayaknya mindset-nya di ubah dulu ya.
Udah ah, segitu aja. Panjang juga ternyata padahal gue masih mau ngetik panjang lebar lagi karena gue ngerasa kesel aja sama anak jaman sekarang yang sukanya ngeluh ini-itu tapi usaha aja nggak. Omonganku kasar? Biasa aja ah. Mungkin aja kalian yang ngelakuin itu sendiri jadi pas baca tulisan gue kayak gitu terus mikir kalo gue kayak menyudutkan kalian. Tapi jujur aja, gue cuma mau ngomongin apa yang di anggap mindset gue salah, nggak ada niatan buat menyudutkan kalian. Oke, deh, bye-bye.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengemis Kakek Tua

Halo, kembali lagi sama gua, Fitri. Kali ini gua mau share cerita yang menurut gua cukup mengubah pemikiran gua selama ini. Tentang bagaimana hidup gua yang jarang banget gua syukuri. Padahal di luar sana masih banyak orang yang keadaannya di bawah gua. Tapi, gua nggak pernah mencoba memikirkan itu sebelumnya. Pagi itu, ntah tanggal berapa tapi yang pasti masih di bulan agustus 2018. Gua melakukan aktivitas pagi seperti biasa, karena waktu itu hari libur. Jadi, gua nggak sekolah. Sekitar pukul 9 pagi, gua habis olahraga dan bersih-bersih dikamar gua. Setelah itu gua mau mandi. Karena handuk yang akan gua pakai ada diluar, jadi gua keluar rumah. Nah, kebetulan waktu itu ada seorang kakek membawa karung yang menurut gua isinya beras. Dia udah renta. Pakaiannya sudah terlihat tua. Dari sini gua udah tau bahwa dia pengemis. Awalnya gua nggak denger waktu dia manggil-manggil gitu. Mungkin kalo gua nggak keluar rumah, gua nggak akan tahu kalo ada kakek itu. Lalu gua ambil uang kemud...

Cara Belajar untuk Ujian Nasional

Belajar adalah sebuah proses mendapatkan informasi untuk dikelola di otak. Terkadang pelajar membutuhkan waktu banyak untuk mempelajari suatu bab. Namun, mereka mengeluhkan tidak memahami bab tersebut ketika selesai belajar. Oleh karena itu, diperlukan metode-metode belajar yang efektif sehingga informasi yang kita pelajari dapat terserap dalam waktu yang efisien. Berikut ini beberapa metode yang bisa meningkatkan efisiensi belajar kalian : 1.       Jangan Lihat Waktu Waktu memang perlu kalian perhitungkan dalam mengerjakan soal-soal. Tetapi untuk belajar materi kalian tidak perlu menghabiskan waktu lama tetapi pikirkanlah berapa bab yang ingin kalian habiskan dalam sehari itu. Sehingga kalian bisa lebih enjoy dalam belajar. 2.       Pelajari per Bab Sering kali metode belajar yang di lakukan oleh pelajar adalah metode semua materi dalam sekejap. Walaupun akhirnya mereka tidak mengerti apa-apa. Hal ini justru sangat salah, ka...

Aplikasi Penunjang Produktivitas

Beberapa masalah selalu berkaitan dnegan produktivitas seseorang. Jika mereka memiliki produktivitas yang baik maka kemungkinan besar mereka tidak akan menunda pekerjaannya dimana hal itu dapat menurunkan konsentrasi stress akibat tekanan terhadap pekerjaan. Kali ini aku ingin menulis tentang aplikasi penunjang produktivitas. Aplikasi ini sudah ada yang aku coba beberapa, mungkin kalian bisa menggunakan aplikasi ini agar produktivitas kalian dapat meningkat sehingga kalian tidak akan malas. 1.       WPS Office Aplikasi ini merupakan aplikasi yang biasa di gunakan dalam bentuk dokumen. Namun, keunggulan dari aplikasi ini yaitu mampu membuka beberapa file dalam berbagai bentuk, misalnya bentuk doc, excel, power point, dan pdf. Tentunya hal ini sangatlah simple untuk membuat ponsel kalian tidak terlalu banyak kehabisan memori dan juga kalian bisa mendapatkan fitur ini sekaligus di dalam satu aplikasi. 2.       Google Calend...