Hai,
kali ini aku mau membahas tentang masalah finansial anak SMA. Berapa sih uang
yang kalian miliki sampai sekarang? Satu juta? Dua juta? Bahkan lebih? Atau
malah nggak ada uang?
Kebanyakan
dari anak SMA pasti menjawab yang terakhir. Nggak salah juga sih, karena
kebutuhan anak SMA banyak banget dan tentunya menghabiskan uang. Nggak jarang
juga aku dengar temanku waktu diajak pergi hampir selalu bilang ‘lagi ngga ada uang nih’.
Tentunya
bagi kalian yang lagi SMA, sama sepertiku, merasa udah nggak heran lagi dengan
kondisi seperti itu kan. Tapi, kalian tahu nggak, dengan uang saku yang kita
dapatkan setiap hari dan pengelolaan uang yang baik, bahkan tanpa kita bekerja
(misalnya jualan online), kita bisa mempunyai uang jutaan. Nggak percaya? Baca
aja tulisan ini sampai bawah.
Sebelumnya,
kita lihat apa yang membuat anak SMA selalu nggak ada uang.
1. Selalu Hidup Hedon
Sadar atau tidak, kebanyakan anak SMA selalu hidup
hedon. Kita lihat hampir setiap minggu mereka keluar rumah dan pergi
jalan-jalan. Mungkin kalau jajannya semacam diangkringan nggak akan ngehabisin
uang. Tapi kebanyakan dari mereka memilih di kafe atau di mall, yang
kemungkinan menghabiskan uang lebih banyak dari uang jajan mereka.
Misal setiap keluar kalian menghabiskan uang
Rp.50000
Untuk sebulan = 4 x
Rp. 50000 = Rp. 200000
Uang segitu bahkan udah lebih dari setengah
penghasilan kalian sebulan, kan? Jadi, mulai sekarang pikirin baik-baik untuk
jatah jalan-jalan. Misalnya kalian batesin dua kali sebulan dengan jatah uang
maksimal Rp.30000 setiap pergi.
2. Membeli Barang yang tidak perlu
Kebanyakan dari kalian pastinya suka belanja, dong.
Tapi kalian sadar nggak, kalau barang yang kita beli terkadang nggak terlalu
berguna untuk kita. Misalnya sepatu berwarna. Untuk kepentingan sekolah, sepatu
tersebut tidak bisa dipakai di lingkungan sekolah dan tentunya harganya juga
mahal. Mungkin bagi sebagian orang yang memang anak sultan membeli barang
seperti ini tidak menjadi masalah bagi keuangan mereka. Tapi untuk ekonomi yang
sedang (misalnya kayak saya)
mendingan mikir-mikir dulu deh, ntar kalau udah beli baru nyesel karena
harganya mencekik dompet, haha.
3. Tidak mementingkan nilai fungsi.
Ini adalah penyebab yang paling utama. Kenapa bisa
gitu? Karena kebanyakan dari kalian selalu membeli dengan mementingkan nilai
estetis (hampir selalu berkaitan dengan pendapat orang). Contohnya kalian beli
tas seharga Rp.300000, bandingkan dengan tas seharga Rp.100000. Kalau kalian
lihat dari segi fungsi, pasti akan membeli yang harganya Rp.100000 dengan
alasan untuk sebuah tas yang memiliki
fungsi sama sebagai tempat buku kenapa nggak beli yang murah aja. Tapi,
beda lagi kalau kalian lihat dari segi estetis, dengan model yang lebih bagusan
tas harga Rp.300000, pastinya kalian akan membeli tas yang seharga Rp.300000
karena biar dipandang lebih keren dari pada tas yang seharga Rp.100000 dengan
model jadul.
4. Selalu membeli air minum di sekolah
Walaupun kelihatan sepele, hal seperti ini secara
tidak langsung mengurasi penghasilan kalian, lho. Coba kita hitung :
·
Harga air
mineral kemasan gelas : Rp. 500/gelas (ada juga yang seribu tapi aku ngambil
standarnya aja)
1 bulan = 30 hari – 8
hari ( hari libur sabtu & minggu untuk sistem fullday) = 22 hari x Rp.500 =
Rp. 11000
·
Harga air
mineral kemasan botol :Rp.2000/botol (ada juga yang lebih dari itu, misalnya
jus yang minimal Rp.3000, tapi aku ngambil yang standar aja)
1 bulan = 30 hari-8
hari = 22 hari x Rp.2000 = Rp.44000
Itu untuk satu bulan, banyak juga
kan? Dengan uang segitu, kalian bahkan bisa gunain untuk sesuatu yang lebih bermanfaat.
5. Beli Kuota
Anak jaman sekarang, kalau nggak ada kuota mereka
nggak ada merasa hidup. Waduh basi banget. Dengan uang yang terbatas kita bisa
nih beli kuota yang seperluanya aja. Tapi kebanyakan dari kita selalu beli
kuota yang besar dan tentunya menghabiskan uang yang banyak (lagi ngomongin
diri sendiri). Nah, ini nih yang paling menguras dompet para anak SMA. Dari
kalian mungkin selalu beli paketan yang bisa youtube, instagram, line, dan
lain-lain. Padahal sebenarnya yang bener-bener kita butuhin cuma WA, dan itupun
nggak terlalu banyak memakan kuota. 1 G cukuplah buat sebulan.
6. Tidak mau membawa bekal
Nah, ini kunci utama buat uang saku nggak hilang
setiap hari. Kalau kalian bawa bekal sendiri, otomatis uang kalian nggak akan
berkurang. Tetapi kebanyakan nggak mau membawa, dengan alasan ribet atau malu,
mungkin. Padahal bekal yang kita bawa terkadang lebih sehat dari pada jajanan
yang kita beli.
Misalnya perhari kalian beli makanan minimal Rp.
7000
Untuk sebulan = 22 x Rp.7000 = Rp. 154000 (uang
segini bisa kalian gunakan buat belanja akhir bulan loh)
7. Banyak beli produk kecantikan
Untuk murid perempuan, hal ini tentunya sudah
menjadi hal yang wajar. Tapi justru ini sering menjadi penyebab utama habisnya
uang bagi anak SMA. Contohnya produk hand body, suncreen, sunblok, lipstick,
liptint, mascara, bedak. Dan jika di total bisa lebih dari seratus ribu.
Itu
adalah beberapa penyebab dari permasalahan finansial anak SMA. Banyak
banget,kan? Terus gimana dong cara biar nggak boros-boros banget? Tenang aja,
kali ini aku akan bagi tips untuk mengatur keuangan kita. Btw, tips-tips ini
udah pernah aku coba dan berhasil. Mungkin kalian bisa mempraktekannya.
1. Menabung
Mungkin kalian sudah tahu kalau menabung adalah
kunci utama dari masalah finansial yang kita alami. Tapi kebanyakan dari kalian
mungkin tidak bisa konsisten melakukan hal ini. Dan akhirnya uang yang kalian
kumpulkan akan kalian ambil. Pertama, kalian harus tentuin apa yang ingin
kalian tuju. Misalnya kalian ingin membeli hp baru, dengan naluri seperti itu,
kalian akan bisa konsisten menabung walaupun akhirnya uang itu bakalan kalian
gunakan buat beli hp baru atau nggak. Karena ketika kita udah punya cukup uang,
kemungkinan kita akan tetap menyimpannya karena berpikir bahwa ngumpulin uang
sebanyak itu sangatlah susah.
Cerita sedikit, dari kecil aku selalu di ajarkan
untuk menyisihkan uang jika ingin membeli sesuatu. Because ketika aku minta sesuatu jarang banget di kabulin. At
least, aku harus nabung dong.
Waktu
TK atau kelas berapa gitu aku udah mulai nabung dicelengan, dan celengannya itu
bentuknya ayam gede banget. Singkat cerita waktu kelas 3 SD udah hampir penuh,
nah aku minta ibuku buat membuka dong, tapi dengan bodonya aku malahan minta
yang uang recehan karena waktu dulu mikirnya uang recehan banyak banget padahal
uang yang sepuluh ribuan dan lima ribuan banyak. Terus aku nabung lagi, dan
waktu kelas 6 SD aku udah bisa beli HP sendiri. Waktu itu harganya tiga ratus
ribuan dan aku punya Rp.500000an. Waktu itu mereknya Cross. Mungkin kalo
sekarang udah jadi hp jadul tapi untuk anak seumuran SD yang bisa beli HP sendiri, aku bangga dong,
haha.
Lalu
setelah itu aku nabung lagi, hingga waktu SMP, aku udah bisa beli laptop
sendiri (karena selalu minta ngga pernah
di turutin, wkwk). Untuk pertama kalinya aku seneng banget karena udah bisa
beli apa yang benar-benar aku inginkan. Waktu itu kalau nggak salah tabungankua
2 jt lebih tapi habis itu nggak ada uang lagi karena udah beli laptop. (mungkin aku bisa sampe segitu karena dulu
HP-ku tuklik yang cuma bisa fb dan twitter doang, bukan android juga, jadi ngga
terlalu banyak beli kuota, nggak kayak sekarang, beli kuota bikin dompet makin
tipis).
Lalu
untuk SMA hampir nggak pernah nabung karena hidup hedon, wkwk. Hingga akhirnya
terpaksa nabung dan uangnya buat study tour ke Bali. Terus habis itu aku sampai
dititik nggak punya uang sepeserpun. Serius, lima ratus perak nggak punya.
Hingga akhirnya kelas 12 ini aku mati-matin buat nabung lagi. Dan ya, lumayan
punya uang lah sekarang.
2. Bikin rancangan pengeluaran dan penghasilan setiap
awal bulan
Untuk hal ini, kalian aku sarankan buat karena
terbukti efektif. Aku selalu merancang anggaran setiap awal bulan.Dan ya, itu
berhasil, mungkin ada pengeluaran yang tidak terduga, tapi nggak melenceng jauh
dari yang kita perkirakan.
3. Bikin Bermacam-macam tabungan
Gimana nih maksudnya? Jadi gini, kalian buat
tabungan yang kalian inginkan. Misalnya tabungan uang jajan, tabungan darurat,
tabungan rekreasi, dan tabungan yang memang nggak boleh kalian ambil dalam
kondisi apapun karena untuk masa depan.
Misalnya gini, aku selalu pisahin uang yang aku
dapat ke empat macam tabungan itu. Jadi ntar akhir bulan atau tengah bulan uang
tabungan rekreasi bakalan aku gunain buat refreshing karena semakin dewasa
tingkat stress juga semakin tinggi jadi kita perlu rekreasi juga. Atau kalian
bisa juga kayak aku, bikin tabungan uang jajan dan akhir bulan kalian bisa
jajan. Kalau kalian tahu, uang jajanku selama sebulan maksimal aku batesin
Rp.5000. Walaupun agak nyiksa, tapi aku kuat-kuatin lah. Karena kedepannya juga
bakalan ngeluarin uang banyak.
4. Bikin jatah kuota
Hal ini juga bisa kalian lakuin. Misalnya kayak aku,
sebulan sekali selalu beli kuota. Tapi eits, itu bukannya beli sembarang. Udah
aku hitung juga di penghasilanku. Jadi, harus dipertimbangin juga kalau kalian
buat anggaran. Karena ada yang namanya fixed cost (pengeluaran yang nggak bisa diubah karena bener-bener harus dikeluarin
setiap bulan) dan variable cost (pengeluaran
yang masih bisa di tolelir, misalnya air mineral dan bekal tadi). Kalau
aku, untuk jatah kuota aku masukin ke fixed cost karena setiap bulan aku harus
beli kuota, nggak bisa nggak, karena semua informasi kelas adanya lewat
internet. Terus kalau makanan dan air mineral aku masukin ke variable cost
karena aku masih bisa mentolelir pengeluarannya dengan bawa bekal dari rumah,
jadi kalau waktu kepepet bisa lah beli sekali. Temen-temenku pernah bilang gini
‘kamu selalu punya uang, hidupnya sosialita ya, selalu jalan-jalan, punya
paketan terus’. Ha? Atas dasar apa aku dibilang gitu, nih kalau kalian udah
baca, hidupku nggak selalu punya uang. Bahkan nggak jarang juga, dompetku nggak
ada uang. Jalan-jalan juga jarang, dari mana bisa kayak gitu. Heran juga sih,
tapi dengan kalian berkata gitu, berarti di mata kalian aku adalah orang yang
selalu punya uang dong? Haha. Padahal nyatanya ya gitu sering tercekik sama
uang, wkwk. Mungkin aku gitu, karena emang uangku udah aku jatah buat keperluan
masing masing, jadi ngga terlalu kelihatan pas lagi nggak punya uang. Bukan
sombong loh ya.
5. Bikin Tabungan dengan teman lain
Kalau kalian tipe orang yang nggak bisa nabung
sendiri. Kalian bisa ngajakin temen kalian buat nabung bareng. Jadi, kalian
nggak bisa seenaknya ngambil uang. Metode ini udah aku praktekin sampai
sekarang dan Alhamdulillah berhasil. Sampai dua periode juga, dulu sebelum
study tour ke Bali dan sekarang waktu kelas 12.
6. Kurangi membeli produk kecantikan
Hal ini sangatlah efektif karena bisa mengurangi
pengeluaran. Metode ini sekarang lagi aku jalankan. Dan ya uangku nggak terlalu
menipis juga. Bahkan sekarang aku udah nggak pakai hand body juga, intinya
nggak pakai produk kecantikan. Hingga pas awal masuk semester ini temenku
bilang ‘kamu sekarang kok tambah item ya’. Haha
Di
bawah ini, aku akan nunjukin contoh anggaran yang aku buat untuk setiap bulan.
Uang saku per hari = Rp.12.000
Penghasilan sebulan = 30 hari – 8 hari (tanggal
merah tidak di hitung)= 22 hari x Rp.12.000 = Rp.264000
Pengeluaran = Kuota = Rp.63.000
Sisa uang/bulan = Rp.264.000-Rp.63.000 = Rp. 201.000
Nah, dengan uang segitu per bulan, masih aku bagi
dalam beberapa tabungan
Tabungan dgn teman= 22 hari x Rp. 5000 = Rp.110.000
Tabungan sekolah/hari = 22 hari x Rp 2000 =
Rp.44.000
Tabungan darurat = 22 x Rp. 2000 = Rp. 44.000
Total pengeluaran tabungan = Rp. 110.000 + Rp.
44.000 + Rp.44.000 = Rp.198.000
Sisa uang sebulan = Rp. 201.000 – Rp.198.000 = Rp.
3000
Jadi,
sisa uang Rp.3000 itu adalah jatah uang jajanku selama sebulan. Anggaran yang
aku buat bulan Januari 2019 ini pengeluarannya agak lebih ringan karena hanya
untuk kuota. Nggak kayak tahun 2018, yang masih ngeluarin uang buat hand body,
atau apalah sejenisnya. Jadi, pengeluarannya lebih banyak dari pada ini. Karena
emang sekarang aku udah nggak meduliin produk-produk kayak gitu. Masih sayang
sama uang aku tuh, hehe.Miris banget kan uang jajanku? Haha, gitu aja kalian
masih bilang aku selalu punya paketan, huh, lihat dulu berapa uang jajanku itu.
Untuk dana darurat biasanya aku pakai buat iuran kelompok gitu, atau nge-print
kertas dan foto copy. Mungkin disini aku nggak ngeluarin uang buat bensin, tapi
jatah kuota aku gede, mungkin kalo aku beli yang dikit, bisa nge-cover uang
bensin juga. Tapi, balik lagi ke uang tiap orang kan beda-beda. Itu cuma versi
aku. Mungkin aja ada yang uang sakunya Rp.10.000. Intinya tinggal kalian
pinter-pinter ngatur keuangan.
Kalau
kalian lihat, total tabungan sebulan itu sebanyak Rp.198.000, untuk 3 bulan
kedepan (sampe bulan maret) = 3x Rp.198.000= Rp.594.000
Lumayan,kan?
Lulus udah ada uang buat sekedar jajan daripada minta orang tua.
Oke,
segitu aja tips dari aku. Semoga bermanfaat.
Komentar
Posting Komentar