Dalam
menggapai sebuah mimpi, pernah nggak kita merasa berada di tahap terendah dalam
hidup? Merasa bahwa kita tidak bisa melakukan apa-apa? Sebenarnya hal itu
merupakan penggambaran rasa takut dari diri kita sendiri.
Kita
terlalu memikirkan segala kemungkinan terburuk yang akan terjadi padahal ada
hal-hal indah lainnya yang seharusnya menjadi fokus kita saat ini. Bukan orang
lain yang menghentikan kita, tapi diri kita sendiri.
Sadar
nggak kita pernah berpikiran ‘ah, gue nggak bisa apa-apa nih, nggak kayak
kalian’ atau ‘nanti gimana kalau aku nggak bisa?’
Dalam
hidup kita belajar yang namanya proses. Melalu sebuah proses diri kita akan
terbentuk. Dari yang awalnya seperti itu menjadi seperti ini. Tentunya kita
tidak bisa langsung berhenti di posisi finish
karena akan ada rintangan yang menghadang yang mana akan membentuk diri kita
lebih kuat dari sebelumnya.
Sebuah
proses dapat mengajarkan kita banyak hal, mulai dari menghargai waktu,
disiplin, dan bertanggungjawab. Kita di tuntut untuk menjadi sosok lain dari
diri kita sendiri. Tentunya sosok yang lebih baik dari sebelumnya.
Pernah
mendengar cerita tentang kupu-kupu? Saat mereka masih menjadi ulat banyak dari
kita yang merasa jijik. Tapi melalui proses yang panjang, mulai dari ulat,
larva, kepompong, hingga menjadi kupu-kupu yang indah.
Seperti
itulah hidup, kalian tidak bisa berhenti begitu saja. Masih ada akhir yang
menunggu kalian. Jika kalian berada di posisi terendah. BANGKIT! Jangan biarkan
waktumu terbuang untuk memikirkan hal-hal yang tidak berguna tetapi mulailah
berpikir untuk merancang masa depan.
Tanpa
sadar kita terlalu menilai diri kita sendiri. Tanpa sadar waktu kita terbuang
banyak. Mulai sekarang, buang pikiran itu, buang semua distraction yang ada dalam diri kita. Delapan belas tahun adalah
saat yang tepat untuk kita bangkit. Satu langkah yang kita ambil akan
menentukan masa depan kita sendiri.

Komentar
Posting Komentar