Teruntuk
dirimu, Fitriani
Hari masih panjang, atau mungkin
tidak? Dua bulan lagi lo akan menempuh hidup yang sesungguhnya. Dimana orang
tua akan menjadi prioritas yang paling utama. Ambisi menjadi kedua, kemudian di
ikuti oleh karir, teman, kemudian pernikahan—gue tau ini masih jauh—yang
mungkin akan menyita banyak waktu yang lo punya selanjutnya.
Lo nggak perlu takut semua itu tidak
berjalan sesuai dengan rencana yang telah lo rancang selama ini. Because kedepannya nggak akan semudah
yang lo bayangkan lagi. Penghianatan dan penghinaan mungkin akan lo dapat. Tapi
itu justru bisa menjadi point of view
untuk ke depannya lagi.
Mungkin juga lo akan di hadapkan
pada sebuah pilihan yang sebenarnya nggak bisa lo pilih di antara keduanya karena
sama-sama penting. But, it’s okay.
Semua hal itu pasti akan terjadi. Pikirkan
baik-baik apa yang benar-benar lo inginkan agar pilihan yang lo pilih nggak
bikin lo nyesel.
Untuk kedepannya tidak akan mudah,
ya pasti. Sekarang sebuah rintangan pasti sudah menunggu lo. Dimana ambisi yang
lo miliki akan menjadi sisi terkuat dalam hidup lo. Di titik ini mungkin lo
butuh teman yang mendukung. Tidak perlu banyak, hanya beberapa saja cukup
asalkan mereka mengerti keadaan lo. Tapi, memperluas relasi juga bagian terpenting
disini.
Kemudian masalah yang lain pasti
tidak akan sesederhana sekarang. Di mana lo hanya di sibukkan dengan
tugas-tugas sekolah dan tetek bengeknya. No,
tidak sederhana itu. Mungkin sekarang lo merasa capek dan putus asa karena
banyaknya tugas akhir sekolah mengingat beberapa bulan lagi lo nggak akan pakai
putih abu-abu lagi. Cuma gue mau ingetin, itu
nggak seberapa di bandingin dengan kehidupan selanjutnya yang akan lo
lalui.
Lalu masalah karir, lo nggak perlu
merasa harus melakukan sesuatu yang nggak lo sukai. Lo hanya perlu melakukan
hal yang lo sukai, maka semuanya akan baik-baik saja. Tidak perlu mendengarkan
omongan orang lain! Mereka tidak punya hak buat berkontribusi di hidup yang
telah lo rancang! Teman bisa saja menjadi musuh setiap saat. Jangan gampang
percaya! Manusia itu hidup dengan
simbiosis mutualisme. Mereka nggak akan mau melakukan sesuatu yang tidak
menguntungkan bagi mereka apalagi untuk masalah karir. Mungkin beberapa orang
pesaing sudah bersiap menghalangi karir lo. But,
it’s okay. Tidak perlu memikirkannya terlalu banyak, lo cuma perlu fokus!
Teman? Lo cukup banyak teman sekarang, tapi nggak tau selanjutnya
bakalan gimana. Pernah dengar kalau teman baru lebih mengerti daripada teman
lama? So, jangan di bawa stress. Teman-teman lo bakalan pergi
juga kedepannya. Intensitas percakapan yang lo buat juga akan berkurang.
Bukannya manusia memang begitu sifatnya?
Kedepannya waktu akan menjadi hal
yang paling lo inginkan, maybe. Because kebanyakan orang yang sudah
dewasa berambisi mewujudkan karirnya tanpa memperhatikan waktu yang dia
punya.Ini menjadi bagian terpenting dari rencana lo yang sekarang. Buat quality time yang bisa lo tempatkan di
setiap weekend. Ambisi itu perlu,
tapi mengistirahatkan pikiran juga perlu. Lo bukan robot yang harus kerja
setiap hari, kan? Di titik ini sisi religius lo akan di uji. Mungkin lo udah
sering ikut ujian-ujian yang diadakan di sekolah, but bukan itu maksud gue,haha. Jangan lupa berdoa dan perbanyak
dzikir. Kemudian hari mungkin lo bakalan lupa bagian terpenting ini. Gue nggak
heran, dengan intensitas ke-ambisiusan lo yang sekarang aja udah terlihat
kedepannya lo bakalan kayak apa. Hanya saja, jika lo lupa bagian ini, lo buka
lagi tulisan yang udah gue rangkai sedemikian rupa, ya!
Gue tau lo orang yang introvent. Lo nggak suka keramaian dan
bergaul, gue juga tau. Nggak ada yang salah dengan hal itu. Jika lo merasa di
kemudian hari nggak akan berkembang karena lo tau kalau manusia itu makhluk
sosial, nggak perlu takut, banyak kok orang introvent
yang sukses. Hanya saja versi sukses mereka mungkin berbeda dengan diri lo.
Untuk moto hidup, lo harus benar-benar pegang hal itu. Karena kedepannya
mungkin akan mengarahkan kehidupan lo. Kalau nggak salah moto hidup lo itu, life is giving? Ya, memang begitulah
seharusnya lo hidup. Lo cuma perlu memberi pada orang lain. Mungkin akan banyak
orang yang nggak melakukan sesuatu seperti yang lo lakukan pada mereka. Tidak
perlu merasa apa yang lo lakukan selama ini sia-sia. Bukannya orang bakalan
ingat kesan yang kita berikan pada mereka? Di bawa santai aja. Gue cukup tau lo
suka banget menganalisis sifat-sifat manusia yang menurut lo lebih baik di
buang aja. Tapi lo harus ingat, manusia memang gitu, dalam artian yah lo tau sendiri apa maksud gue. Lo
juga harus pegang ini, semua yang lo
miliki sekarang sebenarnya bukanlah milik lo, dengan begitu lo akan jadi
pribadi yang lebih memaafkan. Tidak perlu risau ketika yang lo miliki hilang
gitu aja. Because awalnya memang
bukan milik lo, jadi santai aja.
Untuk masalah uang, lo tau sendiri this is important, dalam kategori di
masyarakat. Tapi gue harap uang nggak menjadi satu-satunya tujuan hidup yang
ingin lo capai. Uang memang penting, tapi lo nggak perlu membuatnya sangat
penting di hidup lo hingga membuat lo lupa bahwa dunia lo bukan tentang
uang aja. Mungkin waktu lo akan tersita banyak demi mendapatkan uang. Tapi hear this, pelajari prosesnya karena
dengan itu lo akan berkembang menjadi pribadi yang lebih baik. So, jangan lupa juga buat berbagi! Lo
pernah merasa gimana nggak punya uang, kan? Ketika tabungan lo dirumah bahkan
habis untuk berbagai kegiatan? Oleh karena itu, kalau ada yang minta bantuan
lo, bantuin aja!
Lalu untuk masalah pernikahan, gue
tahu lo tipikal orang yang kayak apa. Lo nggak akan menempatkan pernikahan di
bagian goal hidup lo yang paling
atas. Untuk bagian ini lo nggak perlu terburu-buru! Upgrade aja diri lo sebaik mungkin maka nggak perlu nyari juga
bakalan dapat. Oke, gue skip aja deh
bagian ini karena lo masih kecil, atau
mungkin tidak, hehe.
Komentar
Posting Komentar