Hi,
mungkin dua bulan terakhir blog ini akan penuh dengan celotehan gue mengingat
waktu ini banyak banget yang menganggu pikiran gue. Mulai dari tryout,
simulasi, lalu ujian praktek, dan dua minggu kedepan ada ujian sekolah. Yes, I am actually very tired. But, gue
nggak bisa apa-apa selain ngikutin serangkaian ujian yang melelahkan bagi kelas
12.
Awalnya ada temen gue yang bilang,”Kak,
kamu kok nggak pernah marah ya? Tiga tahun sekolah nggak bosen emang?”
Seketika gue pengen ketawa keras.
Anehnya lagi, kita temenan kan pas kelas udah penjurusan kelas 11 kenapa bisa
tiga tahun. Lalu ada temen gue lagi bilang yang intinya di kelas yang nggak
pernah marah itu gue. Ada juga yang bilang kalau gue itu nggak pernah ngomong
yang aneh-aneh, misal ngumpat atau semacamnya. Why? Kenapa kalian mendeskripsikan gue sebaik itu?? Apa image gue sebagus itu dimata kalian?
Hal itu bikin gue mikir kalau
pandangan orang lain terhadap diri gue itu baik. Terutama tentang marah. Emang
sih, pembawaan gue di sekolah itu suka ketawa dan enjoy aja gitu. But, bukan berarti gue nggak pernah
marah. Mungkin aja pas gue marah kalian mikirnya nggak marah karena sengaja
habis marah langsung gue alihin sama bercandaan because gue nggak mau merasa awkward
hanya karena gue marah. Versi marah
gue di sekolah itu diam, nggak mau ngomong sama orang yang buat gue marah. Simple-nya biar gue nggak kelepasan
ngomong yang nyakitin hati mereka dan gue juga nggak nguras emosi
banyak-banyak.
Kalau kalian mau tahu, gue tipe
orang yang marah pasti banting sesuatu. Beberapa kali dirumah gue
banting-banting barang. Mulai buku, handphone, intinya semua barang yang ada di
dekat gue banting. Itu masih bisa dikatakan gue nggak bisa marah?
Oke, kita pindah ke bagian yang
lain. Selama hampir tiga tahun sekolah, gue nggak pernah dengar ada orang yang
ngomongin gue di belakang. Ada sih, seingat gue itu pas kelas 10, gue cuma di
kasih tau sama temen gue kalau ada orang yang ngomongin gue ini itu, tapi
sengaja gue nggak mau tau siapa orangnya. You
know what, itu bukan hal penting yang perlu gue tahu. Mereka nggak
berkontribusi juga di hidup gue.
Tapi entah kenapa, akhir ini gue
jadi mikirin hal itu, rasanya aneh kenapa nggak ada orang yang ngomongin gue.
Apa image gue beneran sebagus itu, sampai ngga ada yang ngomongin? Gue nggak
punya sifat-sifat yang bisa di benci gitu? Kenapa semuanya baik sama gue? Nggak
ada yang ngejauhin gue gitu?
Because ini rasanya flat gitu, datar,
nggak ada gregetnya. Karena beberapa orang temen gue mungkin kadang di omongin
di belakang, maybe. Semakin ke sini,
gue semakin mikir, semakin mikir, dan ya, gue jatuh sakit hanya karena mikirin
di mana sisi buruk gue. Dan hari ini, gue nyesel udah mikirin hal seperti ini
karena bener-bener
Komentar
Posting Komentar