Gue
nggak percaya ada keberuntungan di hidup ini. Sangat sederhana alasan gue nggak
percaya itu. Because semuanya butuh
kerja keras. Nggak ada sesuatu yang bisa kita raih dengan embel-embel ‘keberuntungan’.Ketika
gue gagal, gue lebih suka menilai gue sebagai orang yang kurang berusaha keras
daripada kurang beruntung.
Seseorang pernah berkata seperti ini pada gue,”Orang
pintar akan kalah sama orang beruntung”
Hal
ini terjadi beberapa hari yang lalu ketika gue akan mengikuti sebuah tes
seleksi. Gue waktu itu belajar keras dan dia seakan mengatakan bahwa usaha
belajar gue nggak akan berharga di banding keberuntungan itu.
Gue
agak merasa tersinggung.
Mereka
yang berani bilang seperti itu menurut gue adalah orang-orang yang nggak berani
keluar dari zona nyaman. Mereka hanya berkedok dan bersembunyi di dalam kata “keberuntungan”
ketika mereka gagal.
Oke,
mungkin beberapa orang ditakdirkan dengan keberuntungan. But, apa semua orang di takdirkan seperti itu? Tidak. Beberapa
orang di takdirkan untuk tidak beruntung. Lalu apakah orang yang tidak
beruntung itu harus berpikir bahwa mereka akan sukses jika mereka menerima
keberuntungan sedangkan takdir mereka tidak menjadi orang beruntung?
Untuk
itulah ada konsep berusaha.
Kita
tidak bisa bersembunyi di balik keberuntungan begitu saja. Karena mungkin saja
kita menjadi salah satu orang yang tidak beruntung itu. Di banding berkedok di
balik keberuntungan, kenapa kita nggak bersembunyi di balik sebuah usaha?
Setidaknya itu lebih baik jika nanti ternyata kita tidak menjadi orang yang
beruntung.
Kadang
gue heran, manusia itu sangat aneh.Beberapa dari mereka mengatakan sesuatu yang
nggak bisa di nalar. Keberuntungan? Oh haha.
Terakhir,
gue cuma mau bilang buat orang yang telah memilih buat menunggu keberuntungan
daripada berusaha, Lo kayak orang yang
lagi nunggu kematian. But,
walaupun sebenernya kematian lebih pasti di banding keberuntungan yang lo
yakini.
Komentar
Posting Komentar