Langsung ke konten utama

Jangan Bertanya,”Sesuatu apa yang ingin kita raih?” Tapi ubahlah menjadi,”Rasa sakit apa yang ingin kita alami?”


Jika seseorang di berikan pertanyaan,”Sesuatu apa yang ingin kita raih?” Beberapa dari mereka mungkin akan menjawab,” saya ingin mobil keluaran terbaru, saya ingin rumah yang berada di kawasan elit, saya ingin punya pekerjaan yang layak dan uang yang banyak sehingga saya bisa jalan-jalan keluar negeri setiap minggu.” Dan segala keinginan mereka yang hampir sama yaitu ingin berada di atas dari yang lain.
Dari sana, Anda bisa menilai, setiap orang ingin mempunyai sesuatu yang di raih. Jawabannnya hampir serupa dengan semua orang. Semuanya ingin bahagia, tentu saja. Tidak ada yang ingin menderita di dunia ini.
Lalu ketika mereka di beri pertanyaan yang berbeda,”Rasa sakit apa yang ingin kita rasakan?” Beberapa orang mungkin secara langsung akan memberikan penolakan, entah dalam bentuk gelengan kepala atau pergi begitu saja meninggalkan si penanya. Mereka tidak ingin merasakan rasa sakit. Karena mungkin saja di pikiran mereka hanya memikirkan bagaimana cara mereka meraih kebahagiaan. Menyingkirkan bagian terpenting dari proses itu, yaitu rasa sakit.
Jika Anda siap dengan segala hal termasuk rasa sakit, menuju kebahagiaan tentu saja sangat mudah. Namun, terlalu banyak orang yang tidak siap dengan rasa sakit dan mencoba mengabaikannya. Sehingga dia kurang mengantisipasi hal itu. Ketika menjelang ujian terakhir masa SMA, beberapa teman saya membahas universitas yang ingin mereka raih. Mereka saling bertanya ingin masuk universitas yang mana dan juga ingin menjadi apa nantinya. Jawabannya sangat beragam, ada yang ingin menjadi guru, psikolog, perawat, dan lain sebagainya. Mereka terlalu bahagia membayangkan hal-hal yang belum terjadi di masa depan (tentang sesuatu yang ingin mereka raih).
Tidak ada satu pun dari mereka yang bertanya,” Rasa sakit apa yang ingin kalian rasakan?” Tidak ada. Sama sekali tidak ada. Mereka tidak membuat solusi jika hal tersebut tiba-tiba mendatangi mereka.
Itulah hal yang keliru. Jika Anda sudah memberi ancang-ancang tentang rasa sakit yang mungkin akan Anda alami selama proses meraih kebahagiaan. Maka, Anda akan menjadi orang yang benar-benar sukses. Dengan rasa sakit, itu mendorong anda lebih maju. Anda sudah siap dengan segala hal.
Jika nanti saya begini, maka saya harus begitu.
Begitulah proses berpikirnya. Anda tidak bisa menyingkirkan rasa sakit sebentar saja walaupun Anda ingin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengemis Kakek Tua

Halo, kembali lagi sama gua, Fitri. Kali ini gua mau share cerita yang menurut gua cukup mengubah pemikiran gua selama ini. Tentang bagaimana hidup gua yang jarang banget gua syukuri. Padahal di luar sana masih banyak orang yang keadaannya di bawah gua. Tapi, gua nggak pernah mencoba memikirkan itu sebelumnya. Pagi itu, ntah tanggal berapa tapi yang pasti masih di bulan agustus 2018. Gua melakukan aktivitas pagi seperti biasa, karena waktu itu hari libur. Jadi, gua nggak sekolah. Sekitar pukul 9 pagi, gua habis olahraga dan bersih-bersih dikamar gua. Setelah itu gua mau mandi. Karena handuk yang akan gua pakai ada diluar, jadi gua keluar rumah. Nah, kebetulan waktu itu ada seorang kakek membawa karung yang menurut gua isinya beras. Dia udah renta. Pakaiannya sudah terlihat tua. Dari sini gua udah tau bahwa dia pengemis. Awalnya gua nggak denger waktu dia manggil-manggil gitu. Mungkin kalo gua nggak keluar rumah, gua nggak akan tahu kalo ada kakek itu. Lalu gua ambil uang kemud...

Cara Belajar untuk Ujian Nasional

Belajar adalah sebuah proses mendapatkan informasi untuk dikelola di otak. Terkadang pelajar membutuhkan waktu banyak untuk mempelajari suatu bab. Namun, mereka mengeluhkan tidak memahami bab tersebut ketika selesai belajar. Oleh karena itu, diperlukan metode-metode belajar yang efektif sehingga informasi yang kita pelajari dapat terserap dalam waktu yang efisien. Berikut ini beberapa metode yang bisa meningkatkan efisiensi belajar kalian : 1.       Jangan Lihat Waktu Waktu memang perlu kalian perhitungkan dalam mengerjakan soal-soal. Tetapi untuk belajar materi kalian tidak perlu menghabiskan waktu lama tetapi pikirkanlah berapa bab yang ingin kalian habiskan dalam sehari itu. Sehingga kalian bisa lebih enjoy dalam belajar. 2.       Pelajari per Bab Sering kali metode belajar yang di lakukan oleh pelajar adalah metode semua materi dalam sekejap. Walaupun akhirnya mereka tidak mengerti apa-apa. Hal ini justru sangat salah, ka...

Aplikasi Penunjang Produktivitas

Beberapa masalah selalu berkaitan dnegan produktivitas seseorang. Jika mereka memiliki produktivitas yang baik maka kemungkinan besar mereka tidak akan menunda pekerjaannya dimana hal itu dapat menurunkan konsentrasi stress akibat tekanan terhadap pekerjaan. Kali ini aku ingin menulis tentang aplikasi penunjang produktivitas. Aplikasi ini sudah ada yang aku coba beberapa, mungkin kalian bisa menggunakan aplikasi ini agar produktivitas kalian dapat meningkat sehingga kalian tidak akan malas. 1.       WPS Office Aplikasi ini merupakan aplikasi yang biasa di gunakan dalam bentuk dokumen. Namun, keunggulan dari aplikasi ini yaitu mampu membuka beberapa file dalam berbagai bentuk, misalnya bentuk doc, excel, power point, dan pdf. Tentunya hal ini sangatlah simple untuk membuat ponsel kalian tidak terlalu banyak kehabisan memori dan juga kalian bisa mendapatkan fitur ini sekaligus di dalam satu aplikasi. 2.       Google Calend...