Sebuah
buku Self Improvement yang terkenal
dan best seller di Amerika Serikat membuat saya berpikir dalam segala hal. Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodoh Amat,
itu adalah judul yang sudah di terjemahkan dalam bahasa Indonesia. Bahkan di
Indonesia sendiri, buku ini terjual sangat laris. Penulisnya adalah salah satu
dari sekian blogger yang saya suka. Mark Manson, itulah namanya. Ketika saya
membaca blognya yang berbahasa Inggris ada banyak nilai hidup yang saya
pelajari dari sana.
Lalu
kemarin saya membeli buku terjemahannya. Sangat bagus, pikir saya. Salah satu
bagian yang saya suka adalah ketika dia bilang bahwa kita tidak perlu berusaha
menjadi baik. Awalnya saya pikir ini sangat gila. Bagi prinsip saya menjadi
lebih baik dan pemikirannya ternyata berbeda jauh dari saya.
Bukannya
saya mengatakan kalau pemikiran Mark sangat bodoh atau bagaimana. Kita hanya
berbeda cara berpikir. Lalu ketika saya baca lebih jauh lagi, saya mulai meng’iya’kan
apa yang dia pikirkan.
Terkadang
anda (juga saya) selalu berusaha menjadi lebih baik. Bahkan mungkin jadi yang
terbaik. Ketika anda berpikir untuk menjadi lebih baik, anda mungkin lupa
hal-hal dasar yang mungkin berarti bagi diri anda sendiri.
Ketika
saya masih sekolah, salah satu goals dalam hidup saya adalah mencapai nilai
akademik yang baik di banding teman-teman saya. Namun, ketika saya tidak
menjadi lebih baik, saya merasa gagal. Terkadang saya juga sadar, ketika saya
berhasil dalam akademik, teman-teman saya lebih jago dalam hal non-akademik.
Dan saya merasa tersingkir. Teman-teman saya jago memasak ketika kelas
prakarya. Lalu ada yang pintar menggambar ketika kelas seni. Saya tidak jago
selain menghapal rumus-rumus yang membuat otak saya panas. Walaupun begitu,
nilai akademik saya tidak juga membaik.
Padahal
saya melakukan segalanya. Saya mengabaikan pesan dari teman saya dan ajakan
bermain. Yang saya lakukan hanya dirumah dan menatap laptop serta handphone.
Terkadang menonton drakor hanya untuk menghilangkan stress.
Nilai
penting yang saya lupakan adalah saya tidak menghabiskan banyak waktu dengan
teman-teman saya sehingga sekarang(ketika sudah lulus) saya terkadang kangen
dengan waktu yang saya punya dengan teman-teman saya.
Begitulah ketika anda mengejar sesuatu yang lebih baik terkadang lupa dengan hal-hal
sederhana yang membuat kita lebih bahagia. Menjadi lebih baik mungkin bisa,
tapi bukan berarti kita melupakan hal-hal lain ya
Komentar
Posting Komentar