Saya
punya sebuah cerita yang cukup menarik untuk saya bagikan kepada kalian.
Sederhana, bahkan beberapa di buat sebagai meme yang beredar di internet.
Ceritanya seperti ini, ada seorang ayah dan anak laki-lakinya berjalan sambil
menuntun keledai. Di suatu pedesaan ada orang yang berkomentar,’ hei, lihat
itu! Mereka sangat bodoh! Punya keledai tapi tidak di naiki’
Sang
ayah lalu berpikir. Benar juga omongan orang itu. Dia akhirnya memutuskan untuk
menyuruh anaknya menunggangi keledai tersebut. Kemudian melanjutkan perjalanan.
Mereka sampai lagi disebuah pemukiman, seseorang berkata,”jahat sekali anak
itu, membiarkan ayahnya menuntun keledai mereka.”
Sang
ayah berpikir kembali. Dia akhirnnya memutuskan untuk menaiki keledai tersebut.
Menggantikan anaknya. Ketika sampai di pemukiman lagi, seseorang berkata,”hei
lihat! Orang tua itu tidak kasihan dengan anaknya. Lihatlah anaknya di suruh
berjalan kaki sementara dia menaiki keledai itu.”
Sang
ayah bingung. Untuk terakhir kalinya dia memutuskan untuk menaiki keledai tersebut
bersama dengan anaknya. Namun, sekali lagi masih ada orang yang berkomentar,”Kasihan
sekali keledai tersebut, harus membawa anak dan ayahnya.”
Dari
cerita tersebut, ada hal yang bisa saya bagikan dengan anda. Sebuah nilai
kehidupan yang akan menuntuk kita ke arah yang lebih baik. Bukan berarti saya
selalu benar mengenai hal ini. Anda bisa saja menyebut saya banyak ngomong atau
semacamnya karena tidak ada hal-hal mendasar yang bisa menjadi tolok ukur mengenai hal ini.
Satu
hal yang pasti dalam hidup kita adalah bahwa selalu akan ada orang yang
berkomentar. Apa yang saya anggap baik, belum tentu anda anggap baik. Apa yang
kita pikirkan bisa jadi berbeda dengan pemikiran orang lain. Namun, seperti
itulah sistemnya bekerja.
Hidup
seperti bagian dari hal-hal yang mengukur segalanya. Pola pikir anda sangat
berpengaruh terhadap segala hal. Termasuk kasta, kekuasaan, dan semuanya.
Terkadang ada beberapa orang yang tidak memikirkan itu, tapi lebih banyak iya.
Ketika
saya berkata bahwa hidup kita selalu di komentari oleh orang lain. Hal yang
bisa saya lakukan adalah mengabaikannya. Saya tidak membual tentang ini. Semasa
saya sekolah, ada sebuah praktek nilai yang mengharuskan saya memerankan hal
yang tidak saya sukai (seperti bernyanyi). Suara saya tidak bagus, bahkan
terdengar sangat cempreng. Saya tahu
jika saya bernyanyi mungkin saja ada yang berkomentar suara saya sangat tidak
enak di dengar atau minimal mereka tertawa dengan suara cempreng yang saya
miliki. Tapi apa saya peduli?
Tidak.
Saya hanya memikirkan ketika saya berada di depan saya harus percaya diri.
Tidak peduli seperti apa mereka akan berkomentar karena mereka tidak punya
sesuatu yang mengubah hidup saya. Dulu ada semacam kajian islami yang diadakan
setiap hari jum’at dan saya terpilih sebagai penceramah dari kelompok saya(dulu
di bagi beberapa kelompok dalam sekelas). Saya memerankannya seperti seorang
penceramah. Saya mempraktekkan berjalan ke sana-kemari dengan begitu percaya
diri. Suara saya tidak begitu bagus, bahkan terkadang masih terbata-bata karena
di hadapan umum. Lalu apa yang saya lihat, semuanya tertawa. Saya bukan merasa
terhina atau apa karena mereka menertawai saya, hanya saja saya berpikir
mungkin saya sudah menghibur mereka. Ya, dan seperti itu. Saya tidak pernah
menganggap semuanya tindakan teman-teman saya sebagai sesuatu yang serius.
Ketika
kita berpikir,”bagaimana jika kita salah? Atau bagaimana jika mereka tidak
suka?”. Jika anda masih berpikir seperti ini, anda salah besar dalam menilai
hidup. Seperti yang saya katakan sebelumnya. Hidup kita selalu ada yang
mengomentari. Bahkan ketika kita sukses. Satu-satunya cara yang efektif untuk
mengubah cara pandang kita terhadap sesuatu adalah dengan berkata,”apa yang
akan saya lakukan hari ini?”
Tanpa
harus memikirkan apakah orang lain suka atau tidak. Keputusan hidup ada di diri
anda sendiri. Ketika anda akan melakukan sesuatu, anda tidak perlu memikirkan
bagaimana orang lain akan terkesan dengan apa yang anda lakukan.
Seperti
ketika anda memilih melakukan hobi anda daripada bekerja seharian di ruangan
ber-AC. Mungkin orang lain akan berpikir itu hal yang gila. Mereka mungkin
berpikir keputusan yang anda ambil tidak akan berakhir baik. Lalu mereka
menasehati anda tentang segala hal yang mungkin sampai membuat anda bosan. Lalu
beberapa tahun kemudian, anda sukses dengan hobi anda. Sebut saja menjadi
seorang fotografer terkenal dari hobi anda. Mereka yang awalnya menasehati anda
dengan segala hal akan kembali berkomentar. Walaupun bedanya sekarang lebih
menyanjung anda sebagai sosok yang berhasil.
Komentar
Posting Komentar