Tulisan
ini di dedikasikan untuk dirimu, Fitriani
Terima kasih,
Kamu sangat hebat.
Mungkin
sangat singkat dan terkesan biasa, but
sudah mewakili semuanya. Usaha lo dan semuanya. Sekali lagi, gue nggak punya
pembendaharaan kalimat yang panjang buat bilang “gue bangga sama lo”.
Lo
mungkin heran kenapa gue bilang ini. Yap, dua bulan hampir berlalu sejak lo
selesai ujian. Dan sekarang, tepat 19 Mei 2019, lo udah berjuang untuk
semuanya.
Gue
masih ingat gimana lo kecewa ketika nggak lolos dalam seleksi undangan. Gue tau
waktu itu lo marah, kecewa, sedih, dan terpukul. Lo merasa nggak punya masa
depan. Selama tiga hari lo stress dan selalu pengen marah. Untung aja dulu hari
libur ya, haha.
Oke,
lanjut. Gue sebenernya cuma mau bilang kalau apa yang lo pikirkan dulu semuanya
salah. Mungkin lo kecewa karena keberuntungan nggak berujung pada diri lo
sedangkan lo udah merasa berusaha sekuat tenaga. Mungkin lo pernah bertanya “kenapa
temen gue beruntung, sedangkan gue nggak? Gue tau rasanya kecewa, tapi apa lo
pernah dengar tentang kebaikan Tuhan? Gue percaya lo pasti udah dengar.
Apa yang lo anggap tidak baik belum
tentu tidak baik.
Dan
sekarang gue tau lo udah bisa memahami bagian ini. Ya, mungkin dulu lo nggak
lolos dalam seleksi. But, sekarang? Lo
jadi punya temen banyak dari grup-grup belajar. Lo jadi tau bahwa di luar sana
banyak orang yang nggak beruntung sama kayak lo padahal mereka pintar. Lo jadi
tau kalau lo harus tetap merendahkan diri dan nggak merasa pintar di hadapan
orang lain. Lo jadi tau kalau di luar sana banyak orang yang berusaha keras
walaupun mungkin hasilnya nggak sesuai sama harapan mereka. Lo jadi tau gimana
rasanya berusaha sekeras itu demi sesuatu yang pengen lo dapat. Lo jadi tau kalau
semuanya bisa di ubah asal dengan kemauan lo.
Semua
itu ngebentuk lo jadi manusia yang tahan banting. Setiap hal itu bisa jadi
pembelajaran buat lo. Setiap waktu dan setiap detik. Gue tau mungkin nanti lo
jadi kangen masa-masa dimana lo belajar keras tiap malem. Nggak tidur kalau
belum lewat jam 12 malem. Bangun pagi-pagi cuma buat lihat pembahasan soal
karena kalau siang lo terganggu dengan suasana rumah yang ramai.
Gue
hanya mau bilang. Lihat? Tuhan sangat adil, bukan? Dari kegagalan lo belajar
banyak hal. Belajar menghargai, belajar berusaha. Mungkin kalau nanti hasilnya
nggak sesuai sama ekspektasi, lo nggak perlu sedih lagi karena usaha lo udah
setimpal. Gue sangat bangga dengan perubahan diri lo saat ini. Berbeda dengan
lo yang masih labil di masa SMA. Dimana lo masih memandang sesuatu secara
langsung. Tidak melihat kebaikan apa yang ada di baliknya.
Komentar
Posting Komentar