Halo, sudah lama gua nggak menulis. Tepatnya hampir setahun
ya. Jujur saja, kuliah banyak menyita waktu yang gua punya. But, gua
menikmatinya.
Tangggal 7-10 Februari 2020 kemarin gua mengikuti sebuah
acara baksos yang di selenggarakan oleh Permadani Diksi cabang Semarang.
Mungkin buat kalian yang nggak tau apa itu Permadani Diksi, Permadani diksi
adalah organisasi yang beranggotakan mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi dari
pemerintah. Acara di selenggarakan di desa Podosoko, Kabupaten Magelang.
Banyak banget pengalaman yang gua ambil dari kegiatan ini dan
tentunya kembali membuat gua mejadi pribadi yang lebih bersyukur. Disana
keadaannya tidak ada sinyal (mungkin hanya beberapa operator saja yang
digunakan). Daerahnya terpencil. Selama 3 hari 2 malam disana gua merasa
benar-benar bisa lepas dari ponsel. Gua jadi berpikir ternyata hidup tanpa
ponsel lebih membuat pikiran gua relaks karena nggak ada gangguan dari segala
macam hal. Gua cuma fokus sama acara disana. Malam pun terasa sangat berarti.
Jujur saja, selama gua di sana , gua mendengar adzan dan gua merasa tenang.
Berbeda saat gua berada di kota, hanya rasa cemas yang gua alami, terutama
cemas akan tugas-tugas kuliah yang banyak.
Keadaan di sana masih sangat asri, banyak perpohonan dan
sendang (semacam sungai). Tapi yang gua sayangkan adalah keadaan sekolah MI
yang muridnya hanya bisa di hitung jari, bahkan semua jenjang kelas di jadikan
dalam satu kelas kecuali kelas enam yang diletakkan di ruang yang berbeda.
Disana masih membudayakan tarian tradisional gedrug. Pada malam kedua kami di
sambut dengan tarian tersebut.
Melalui acara ini gua mendapat banyak banget teman dari
berbagai daerah. Ternyata walaupun hanya dengan 3 hari, kami bisa berteman.
Beneran new experience
dan gua harap buat tahun depan gua bisa ikut acara ini lagi.






Komentar
Posting Komentar