Setiap manusia mempunyai jatah waktu yang sama, hanya berbeda dalam managementnya.
Berapa lama kita membuka Instagram
sehari?
Berapa lama kita mengscroll postingan-postingan yang tidak
bermanfaat?
Berapa lama kita menonton video
youtube?
Tentu banyak, bukan? Tidak perlu
dijawab disini. Aku pun sama seperti kalian. Hampir setiap hari membuka sosial
media. Melihat postingan-postingan dibagian eksplore,
ketika ada yang bagus lalu aku buka. Begitu seterusnnya hingga tidak jarang
sudah menghabiskan waktu dua jam tanpa aku sadari.
Setiap
manusia mempunyai waktu 24 jam sehari, 1440 menit perhari, dan 86400 detik
perhari. Delapan jam digunakan untuk tidur. Tinggal 16 jam waktu produktif.
Tetapi, apakah kita benar-benar produktif dengan waktu sebanyak itu? Nyatanya
masih banyak yang merasa kurang. Kalau dilihat, waktu tersebut sangat banyak. Bahkan
bisa dibilang berlebih asalkan kita tahu cara memanfaatkannya.
Dengan
jatah waktu yang sama, 16 jam sehari. Ada seorang perempuan yang menghabiskan
waktu berjam-jam untuk menyusun setiap bab dalam ceritanya. Terkadang dia
menghabiskan waktu yang banyak untuk mencari referensi dan ide. Tangannya
dengan telaten menyusun setiap alur dalam cerita. Beberapa tahun kemudian,
ceritanya diterbitkan dalam buku cetak. Bukunya menjadi best seller di berbagai toko buku dan dicetak ulang beberapa kali. Selain
itu, dia diundang sebagai pembicara di berbagai acara seminar. Namanya menjadi
dikenal banyak orang sebagai penulis yang hebat.
Sementara
disisi lain, ada perempuan yang hanya sibuk bermain handphone. Setiap hari kerjaanya hanya membuka sosial media dan
menonton youtube berjam-jam. Tanpa dia sadari, waktunya telah terbuang. Dia
banngun dari tempat tidur kemudian mendapati jam sudah pukul 3 sore. Awalnya
dia bermain handphone jam 12 siang.
Tanpa sadar, 3 jam waktunya hanya terbuang percuma. Beberapa tahun kemudian,
dia masih mempunyai kebiasaan tersebut. Alhasil dia menjadi pengangguran.
Ditolak berbagai perusahaan yang diincarnya. Akhirnya dia hanya berada dirumah
saja tanpa melakukan hal yang berarti. Sekarang dia menyesali itu semua. Andai
saja dulu dia menggunakan waktunya untuk membangun softkill maupun hardskill yang
dia miliki, mungkin karirnya tidak akan seperti ini.
Dari
cerita tersebut, dapat kita lihat bahwa setiap orang memanfaatkan waktu dengan
cara yang berbeda. Mereka yang menggunakan waktu dengan hal-hal yang
bermanfaat, bisa jadi ada hasil baik yang menunggunya di masa depan. Kita sebut
saja karir. Karirnya akan bagus jika mampu memanfaatkan waktu dengan baik.
Sementara bagi mereka yang tidak bisa memanfaatkan waktu dengan baik, bisa jadi
hal-hal yang tidak diinginkan berkaitan dengan karirnya telah menunggunnya.
Lalu,
kamu akan memilih yang mana? Semua keputusan ada di tanganmu. Akan tetapi, aku
berharap kamu mengambil jalan yang baik. Jalan yang mampu mengantarkanmu untuk
mempunyai karir yang bagus di masa depan. Sehingga nanti kamu bisa
meenceritakan kembali kisahmu di bagian lain dari buku ini. Aku sangat
menantikan saat itu tiba.

Komentar
Posting Komentar